Penguasaan Harta Bersama sebagai Objek Jaminan Fidusia oleh Perusahaan Pembiayaan tanpa Persetujuan Istri (Studi Putusan Nomor 492/Pdt.G/2025/PN Mdn)

Authors

  • Syifa Arinda Program Studi Hukum, Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan 20371, Indonesia
  • Mhd. Yadi Harahap Program Studi Hukum, Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan 20371, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-3210-4117

DOI:

https://doi.org/10.59011/vjlaws.5.4.2026.747-762

Keywords:

Joint Marital Property, Fiduciary Security, Financing Company, Wife’s Consent

Abstract

This study analyzes the possession of marital property as an object of fiduciary security by a financing company without the wife’s consent based on Medan District Court Decision Number 492/Pdt.G/2025/PN Mdn. The research focuses on the financing company’s authority to possess marital-property collateral and legal dispute resolution. This study employs a normative juridical method with a descriptive-analytical approach using statutory and case approaches. Legal materials consist of primary, secondary, and tertiary materials collected through library and document studies and analyzed qualitatively. The findings indicate that the Toyota Vellfire BK 1819 LW was acquired during the marriage and registered in the Plaintiff’s name. The Plaintiff established that the vehicle was encumbered as collateral without her knowledge or consent and that she did not sign the financing agreement. Pursuant to Articles 35(1) and 36(1) of Law Number 1 of 1974 on Marriage, property acquired during marriage constitutes marital property, and legal acts concerning such property require the consent of both spouses. This requirement relates to Article 1320 of the Indonesian Civil Code concerning consent as a requirement for a valid agreement. The Court held that the Defendant’s possession of the vehicle registration certificate and vehicle constituted an unlawful act and that the encumbrance lacked binding legal force. The dispute was resolved by ordering the return of the vehicle registration certificate. The decision underscores the importance of protecting spousal rights and applying prudential principles when financing companies accept marital property as fiduciary collateral.

References

Afifa, Erina Nur, and Dwi Aryanti Ramadhani. “Penyelesaian Sengketa Pemisahan Harta Bersama Setelah Dibuatnya Perjanjian Kawin Dalam Masa Perkawinan.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 2314–2331. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12993.

Amatahir, Zulharbi. “Tinjauan Yuridis Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Fidusia.” Jurnal Media Hukum 11, no. 1 (2023): 11–23. https://doi.org/10.59414/jmh.v11i1.447.

Andayani, Lily, Sherly M. Imam Slamet, and Indah Dwiprigitaningtias. “Kedudukan Harta Bawaan (Harta Asal) Dalam Proses Peralihan Hak Menurut Prespektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.” Jurnal Academia Praja 7, no. 1 (2024): 111–124. https://doi.org/10.36859/jap.v7i1.2052.

Anri, Andi Fini Rathi. “Persepsi Harta Bersama Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia: The Perception of Joint Property According to Islamic Law and Positive Law in Indonesia.” AL-AQWAL: Jurnal Kajian Hukum Islam 2, no. 2 (2023): 129–144. https://doi.org/10.53491/alaqwal.v2i2.832.

Asnawi, M. Natsir. Hukum Harta Bersama: Kajian Perbandingan Hukum, Telaah Norma, Yurisprudensi, dan Pembaruan Hukum. Jakarta: Prenada Media, 2022.

Bahri, Andi Syamsul. “Analisis Kedudukan Harta Bersama dalam Hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam.” Al-Risalah: Jurnal Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhsiyah) 3, no. 1 (2022).

Devi, Ria Sintha. “Kepastian Hukum Atas Benda Bergerak dan Benda Tidak Bergerak sebagai Jaminan dalam Perjanjian Pinjam Meminjam di Bawah Tangan.” Jurnal Ilmiah METADATA 6, no. 3 (2024): 209–228. https://doi.org/10.47652/metadata.v6i3.557.

Djuniarti, Evi. “Hukum Harta Bersama Ditinjau dari Perspektif Undang-Undang Perkawinan dan KUH Perdata.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 17, no. 4 (2017): 445–461. https://doi.org/10.30641/dejure.2017.V17.445-461.

Erwinsyahbana, Tengku, and Vivi Lia Valini Tanjung. “Kepastian Hukum Penggadaian Harta Bersama Tanpa Izin dari Salah Satu Pasangan dalam Perkawinan (Analisis Putusan Mahkamah Syar’iyah Nomor: 0049/Pdt.G/2014/Ms-Aceh).” Varia Justicia 13, no. 1 (2017): 47–64. https://doi.org/10.31603/variajusticia.v13i1.1865.

Fadhallah, R. A. Wawancara. Jakarta: UNJ Press, 2021.

Fernatha, Deny. “Perikatan yang Dilahirkan dari Sebuah Perjanjian Berdasarkan Pasal 1332 KUHPerdata tentang Barang Dapat Menjadi Objek Perjanjian.” Journal of Law (Jurnal Ilmu Hukum) 7, no. 2 (2021): 542–556.

Firdaus, Muhammad Bintang. “Dialektika Keadilan, Kepastian, Kemanfaatan Hukum dalam Perspektif Gustav Radbruch pada Hukum Indonesia.” Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik 3, no. 1 (2025): 357–367. https://doi.org/10.62379/qy4b6z80.

Harimurti, Dwi Anindya. “Perbandingan Pembagian Harta Bersama Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam.” Jurnal Gagasan Hukum 3, no. 2 (2021): 149–171. https://doi.org/10.31849/jgh.v3i02.8908.

Hidayat, Raden Bethari Zahra. “Implikasi Hukum dari Ketidakabsahan Suatu Perjanjian Elektronik Ditinjau dari Hukum Perikatan.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 9, no. 2 (2023): 453–464. https://doi.org/10.5281/zenodo.7578979.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Kahar, Amrun, Alhiday Nur, Hasirudin Hasri, Hayun, and Dian Setiawati. “Analisis Hukum Perjanjian Pembiayaan Konsumen/Sewa Beli antara Pelaku Usaha Kredit Elektronik dan Forniture Terhadap Konsumen Tidak Masuk dalam Perjanjian Fidusia.” Jurnal Kewarganegaraan 7, no. 1 (2023): 1216–1228. https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5335.

Karina, Joyce. “Perlindungan Hukum bagi Kreditur dalam Hal Debitur Mengalihkan Objek Jaminan Fidusia yang Belum Didaftarkan Tanpa Persetujuan Kreditur (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1271 K/Pdt/2016).” Indonesian Notary 2, no. 1 (2020), article 27.

Khasanati, Ficky. “Analisis Yuridis Penyitaan Objek Hak Tanggungan terhadap Objek Tanah yang Didasarkan Perjanjian Jaminan Fidusia (Studi Kasus Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor 642 PK/Pdt/2015).” IBLAM Law Review 2, no. 3 (2022): 143–152. https://doi.org/10.52249/ilr.v2i3.90.

Kristanto, Albert, and Liliana Tedjosaputro. “Perlindungan Hukum terhadap Harta Bersama yang Dijaminkan Tanpa Persetujuan Suami/Istri.” Jurnal JURISTIC 1, no. 1 (2020): 116–135. https://doi.org/10.35973/jrs.v1i01.1488.

Lubis, Putri Nurul Zulia, Syahrul Bakti Harahap, and Dani Sintara. “Perlindungan Hukum terhadap Hak Para Pihak dalam Perjanjian Perkawinan.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 2 (2026): 5843–5853. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5043.

Ma’rifat, Muchammad Ariyahdul. “Penggunaan Harta Bersama (Gono-Gini) Harus Melalui Persetujuan Suami dan Istri.” Justicia Journal 13, no. 2 (2024): 232–255. https://doi.org/10.32492/jj.v13i2.13210.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2008.

Mas’odi, Ardhian Zahroni, Suciati, Asrof, Ribut Wahyu Eriyanti, and Atok Miftachul Hudha. Panduan Lengkap Metodologi Penelitian: Dari Teori hingga Aplikasi. Indramayu: Penerbit Adab, 2024.

Mozin, Nopiana. “Analisis Yuridis Keabsahan Perjanjian Kredit Bank oleh Nasabah yang dengan Objek Harta Bersama dalam Perkawinan.” Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) 1, no. 1 (2024): 644–654. https://doi.org/10.62567/micjo.v1i1.99.

Nurwahyudin, Dindin Syarief. Perjanjian Perkawinan Campuran dan Implikasinya terhadap Hak Kebendaan Berdasarkan Perspektif Perundang-undangan dan Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Doctoral thesis, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, 2025.

Putusan Nomor 492/Pdt.G/2025/Pn

Rahmawati, Dyah, Muhammad Nur Apriady, and Wisudanto. “Crowdfunding sebagai Alternatif Pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Akibat Meningkatnya Jumlah Pelaku UMKM di Indonesia.” Sebatik 28, no. 1 (2024): 33–40. https://doi.org/10.46984/sebatik.v27i2.2403.

Rissandjani, Aurora Mayawa, I Nyoman Putu Budiartha, and Ni Made Puspasutari Ujianti. “Harta Bersama Sebagai Objek Jaminan Perjanjian Kredit Bank.” Jurnal Konstruksi Hukum 3, no. 1 (2022): 160–165. https://doi.org/10.22225/jkh.3.1.4412.160-165.

Saragih, Krissi Wahyuni. “Tinjauan Harta Bersama yang Dapat Menjadi Objek dan sebagai Jaminan Hak Tanggungan.” Jurnal Moralita: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 1, no. 1 (2020): 28–39. https://doi.org/10.36985/jma.v1i1.296.

Siahaan, Clara Fransiska Olivia, and Rica Gusmarani. “Penggunaan Jaminan Perorangan dalam Praktik Penyelesaian Kredit Bermasalah.” Jurnal Notarius 2, no. 2 (2023).

Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI-Press, 1981.

Soekanto, Soerjono and Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2001.

Sofiani, Trianah, and Heris Suhendar. Model Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah dengan Jaminan Fidusia pada Masa Pandemi Covid di Perusahaan Pembiayaan Syariah. Pekalongan: Penerbit NEM, 2024.

Subekti, R., and R. Tjitrosudibio. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Jakarta: Pradnya Paramita, 2009.

Valentina, Elizabeth Angel, and Mia Hadiati. “Implikasi Hukum Pemalsuan Akta Perceraian terhadap Keabsahan Perjanjian Pembiayaan dengan Agunan Harta Bersama dan Potensi Wanprestasi.” Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum 13, no. 11 (2025): 2499–2509. https://doi.org/10.24843/KS.2025.v13.i11.p06.

Downloads

Published

2026-11-05

How to Cite

Penguasaan Harta Bersama sebagai Objek Jaminan Fidusia oleh Perusahaan Pembiayaan tanpa Persetujuan Istri (Studi Putusan Nomor 492/Pdt.G/2025/PN Mdn). (2026). Verdict: Journal of Law Science, 5(4), 747-762. https://doi.org/10.59011/vjlaws.5.4.2026.747-762

Similar Articles

1-10 of 22

You may also start an advanced similarity search for this article.